Perjuangan Anies-Cak Imin dalam Memenangkan Suara di Pilpres 2024 Jawa Timur

Anies-Cak Imin
Anies Baswedan-Gus Muhaimin Iskandar saat berkunjung ke kediaman penulis novel Kyai  Ahmad Tohari. (05/10/2023)

Jakarta, BaruUpdate.com - Sekretaris Jenderal (Sekjen) PKB Hasanuddin Wahid mengklaim Anies Baswedan dan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) bisa menang hingga meraup 70 persen suara di Jawa Timur di Pilpres 2024.

Hasanuddin mengungkapkan setidaknya tiga alasan Anies-Cak Imin bisa memenuhi target tersebut. Pertama, kata dia, Anies-Cak Imin saat ini merupakan satu-satunya pasangan calon presiden dan wakil presiden yang sudah lengkap diumumkan ke publik.

Kedua, Cak Imin masih menjadi satu-satunya cawapres dari Jatim. Ketiga, Cak Imin memiliki modal dan pengalaman politik yang cukup.

"Jatim 60 persen suara minimal, kalau bisa bahkan 70 persen target kita," kata Sekretaris Jenderal PKB Hasanuddin Wahid di Hotel Singhasari, Kota Batu, Jatim, Sabtu (7/10).

Direktur Eksekutif Politika Research and Consulting (PRC) Rio Prayogo menilai target suara hingga 70 persen bagi Anies-Cak Imin di Jatim bukan angka yang mustahil. Namun, menurut dia, target itu lebih mungkin dicapai pada putaran kedua jika Pilpres 2024 diikuti tiga pasangan calon.

Sementara, pada putaran pertama, Rio menilai persentase suara yang paling mungkin diperoleh pasangan itu hanya berada di angka 40-50 persen. Sedangkan sisanya masih akan tersebar ke Prabowo dan Ganjar Pranowo.

"Tapi untuk putaran pertama, saya pikir angka 40-50 persen itu sudah luar biasa. Karena fragmentasinya ketiga kandidat," kata Rio, Minggu (8/10) dikutip Cnnindonesia.com.

Rio mengungkap beberapa alasan Anies-Cak Imin mampu memenuhi target perolehan suara hingga 70 persen. Salah satunya, dia menilai PKB merupakan partai yang memiliki akar kuat di Jawa Timur.

Menurut Rio, PKB terutama memiliki basis kuat loyal di kalangan warga Nahdliyyin. Namun, basis suara itu tetap harus dikonsolidasikan dengan matang dan proses itu menurut dia memerlukan waktu yang lama.

"Kalau itu tidak dilakukan, data surveinya menunjukkan belum sampai ke angka yang paling optimis begitu. Jadi untuk konteks Jawa timur, dua syarat itu sangat penting," kata dia.

Sementara, merujuk hasil sejumlah survei, pasangan Anies-Cak Imin di Jatim justru menunjukkan hasil sebaliknya.

Survei Indikator Politik Indonesia menunjukkan Ganjar Pranowo jadi capres terpopuler di Jawa Timur (38,6 persen), mengungguli Prabowo Subianto (28,2 persen) dan Anies (11,2 persen).

Kemudian, Survei Poltracking Indonesia juga mengungkap Ganjar masih berada di posisi teratas di Jatim dengan 36,1 persen suara, disusul Prabowo 25,5 persen, dan Anies 19,6 persen. Bukan saja bagi Anies-Cak Imin, PKB dan dua partai pendukung juga belum meraih keuntungan elektabilitas dari deklarasi keduanya.

Hasil survei SMRC sepekan setelah deklarasi AMIN pada 2-11 September, mencatat elektabilitas PKB di Jawa Timur masih berada di urutan kedua di bawah PDIP. Elektabilitas partai kaum santri itu hanya 17,8 persen.

Begitu pula dengan NasDem dan PKS. Partai NasDem, dalam survei SMRC, justru anjlok dari perolehan suara mereka di 2019. Dalam hasil survei tersebut, elektabilitas NasDem hanya sebesar 3,5 persen, atau lebih rendah 7 persen dari hasil Pemilu 2019 sebesar 10,5 persen. Sementara elektabilitas PKS hanya di angka 1,0 persen di bawah PAN dan PPP. (Rn/Isd)

0 Komentar

Komentar spam tidak akan diterbitkan.