Imam Sahroni Darmawan Menyerukan Pengunduran Diri Capres dan Cawapres yang Masih Berstatus Pejabat Pemerintahan

 

Imam Sahroni Darmawan Menyerukan Pengunduran Diri Capres dan Cawapres yang Masih Berstatus Pejabat Pemerintahan

Sampang, 26 Oktober 2023 - Imam Sahroni Darmawan, seorang pegiat desa di kabupaten sampang yang juga kerap menyoroti kebijakan politik nasional, mempertanyakan integritas dan moralitas para calon presiden dan wakil presiden yang masih memegang jabatan di pemerintahan. Dalam pernyataan yang dikeluarkan di kediamannya pada hari Kamis, Imam Sahroni menekankan pentingnya sikap negarawan dan independen dari para pejabat publik, terutama dalam konteks persiapan Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden (Pilpres) 2024.

Menyikapi keputusan beberapa pejabat pemerintahan yang resmi mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai calon presiden dan wakil presiden, Imam Sahroni secara tegas mendesak mereka untuk mundur dari jabatan pemerintahan. "Kita perlu menghindari konflik kepentingan yang dapat mengganggu proses demokrasi dan mempertanyakan independensi keputusan yang diambil. Menggunakan kekuasaan dan pengaruh politik untuk kepentingan pribadi adalah bentuk penyalahgunaan yang dapat merusak integritas lembaga pemerintahan," tegas Imam Sahroni.

Dia juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam menjalankan pemerintahan yang bebas dari campur tangan politik. "Ketika seorang pejabat pemerintahan memutuskan untuk mencalonkan diri dalam konteks Pilpres, mereka harus secara etis dan moral melepaskan jabatan publiknya. Ini adalah langkah penting untuk menegakkan prinsip-prinsip demokrasi yang sehat dan memastikan kemandirian lembaga-lembaga pemerintahan," tambahnya.

Terkait dengan reaksi yang mungkin muncul, Imam Sahroni menekankan bahwa seruan ini bukanlah serangan pribadi, tetapi merupakan suara kritis yang mendukung prinsip-prinsip demokrasi yang sehat. Dia juga berharap agar para calon presiden dan wakil presiden dapat menunjukkan komitmen yang kuat terhadap prinsip-prinsip keadilan dan kepentingan nasional diatas segala kepentingan pribadi.

Sebelum menutup pernyataannya, Imam Sahroni mengingatkan bahwa pemilihan Presiden dan Wakil Presiden 2024 adalah momentum penting bagi Indonesia untuk menunjukkan kedewasaan politik dan keteguhan dalam menegakkan demokrasi yang berkualitas. "Kita semua bertanggung jawab untuk memastikan bahwa proses demokrasi berjalan dengan baik, bebas dari manipulasi dan konflik kepentingan yang dapat merusak stabilitas negara," pungkasnya.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari para calon presiden dan wakil presiden yang dimaksud. Namun, permintaan Imam Sahroni Darmawan ini diharapkan dapat memicu diskusi lebih lanjut mengenai pentingnya etika politik dan integritas dalam tata kelola pemerintahan.


0 Komentar

Komentar spam tidak akan diterbitkan.